6 Hari lagi

11 Nopember 2008

AkuĀ  menanti di ujung malamku

Terdiam sambil mencarimu

Mungkin Engkau sedang melihatku?

Tapi kenapa menunggu…………………

Mungkin Engkau berbicara denganku?

Tapi aku tak tau dimana arahmu

Aku juga tak mengerti, ………….

Kenapa yang hilang itu sungguh berati

Aku tak paham,…………………….

Kenapa yang pergi itu terusku genggam

AkuĀ  masih melihatmu dari jauh

Dan masih melihatmu bergerak

Walau tak dapat ku rengkuh

Meski dadaku terdesak

Maaf dia bukan pacarku

29 Oktober 2008

Aku terlahir dengan susah payah keluar
Hiduppun begitu
Masa matipun harus begitu juga
Ibuku sudah memberiku ilmu
Apa aku harus memberikan ilmu juga kepada anakku
Aku boleh sengsara dalam hidupku saat ini
Tapi jangan anak dan istriku nanti
Klo tidak dimulai hari ini
trus kapan lagi(bukan .com)

Biar orang berkata apa
Tujuan itu harus terlaksana
Meski tak tau harus bagaimana
Teruntuk orang yang mengutuk

Apa harus punya pacar jika sudah ada isi hati
Apa harus jelas tentang status ini
Maaf dia bukan pacarku, dia penghuni hatiku

Banyak orang yang bilang seorang polisi itu tangguh, berani bahkan rela mati apalagi untuk tugas negara……

Suatu waktu,ketika itu pula hujan deras mengguyurku dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri meski tak ada saksi,ada seseorang melanggar lalu lintas dan seorang polisi yang sedang berdiam diri di pos penjagaannya….
Aku beranggapan bahwa orang itu kena tilang tetapi berhubung hujan deras polisi itu hanya berdiam diri dan cuma memandang saja……

itukah yang yang dinamakan adil???

Suatu tanda tanya besar dalam hatiku…..

Apakah hujan itu menghalangi…..
Apakah Air itu bisa membunuhmu

Mungkin pakaiannya cuma itu saja,sehingga untuk besok takut gak ada gantinya

Maaf buat pak polisi bukannya saya menghina bahkan melecehkan tapi memang sampai detik aku belum pernah melihat polisi kehujanan apalagi hujan-hujan

Banyak kemungkinan tentang ketidaksempurnaan di dunia ini…….

D I A M

17 Oktober 2008

Diam bukan berati tak bergerak
Diam bukan tak mengerti
Diam bukan tak peduli
Diam bukan tidur
Diam bukan mimpi
dan Diam juga bukan mati

Dari semua yang terjadi disini
aku akan berdiam diri
Tuk mengerti beberapa keadaaan ini
Lalu mendengarkan dengan hati
behadapan dengan bayangku
bernafas dengan kesunyian
sendiri……..

Agar kau pahami
Agar engkau mengerti bahwa kamu gak sendiri

Aku Yang Bukan AKu

16 Oktober 2008

Duduk di dekat daun pintu sambil menentukan apa yang akan lakukan.
Tiba-tiba kudapati seorang yang tergeletak di atas kasurku. Ku hampiri,ku lihat agar lebih jelas siapa dia sebenarnya. “Dia sepertiku?”tanyaku dalam hati pada seorang yang memejamkan mata itu. tetap lelaki itu tetap tak bergeming.”hey….”teriakku keras masih tetap seperti tadi lelaki itu terdiam. Sampai-sampai kesal aku dibuatnya ,dia diam tak bersuara sedikitpun. Aku menjauh dari lelaki itu dan melihat dia dari kaca yang ada di hadapanku. Kupegang rambutku, hidungku serta perutku….benar-benar mirip dengannya,bahkan pakaian yang kukenakan sama dengannya. Bedanya dia tertidur dan aku masih berdiri….Lalu aku berbalik, berharap lelaki separuh baya itu terbangun dan membantuku. Lelaki dengan perut buncit itu hilang,bukan hanya itu suara yang tadi bergemuruh hilang juga. Masih tetap di tempat yang sama,Sunyi senyap dan gelap kudapati. Aku memberontak, Ada apa ini???Mengapa begini???kenapa bisa terjadi??? banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan dalam pikiranku dan inginku berlari dari tempat itu,Tapi kakiku mematung, Tak bisa kupejakkan lagi dan air mataku tak menetes lagi,Namun aku berusaha menenangkan pikiranku. Aku menutup mata dan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan pelan-pelan lalu kubuka mata dan kudapati suara tangisan di luar kamarku,ku lihat namun aku masih belum mengerti dengan semua yang terjadi. Kudapati beberapa orang dengan tangisan yang menjadi-jadi dan ada seorang yang di tutupi kain putih. Ku dekati….Ternyata aku terbaring dan siap untuk menghadapNya